Laman

Minggu, 13 Mei 2012

Imunisasi DPT


imunisasi dpt

Imunisasi Dpt adalah salah satu imunisasi wajib yang diberikan kepada bayi anda, pada satu tahun pertama usia bayi anda ibu akan dihadapkan dengan beberapa aktivitas imunisasi ya bu, ini memang sedikit menegangkan karena biasanya bayi akan sedikit rewel jika diberikan suntikan, dan ada beberapa bayi yang mengalami demam tinggi setelah imunisasi diberikan. Tapi ini semua dilakukan demi kebaikan bayi ibu, jadi ibu harus tetap menjalaninya.

Salah satu imunisasi yang sangat penting bagi bayi adalah imunisasi DPT, imunisasi ini merupakan kombinasi dari bakteri pertusis yang sudah mati, zat racun atau toksoid dari difteri dan tetanus. Adapaun tujuan vaksinasi ini adalah mencegah terjangkitnya penyakit difteri pada anak. Penyakit difteri itu apa ibu? Aduh serem banget ya namanya L, penyakit difteri adalah penyakit pertusis yang lazim disebut batuk pertusis, yaitu batuk yang menyerang selama seratus hari dan penyakit tetanus. Ini bisa menyebabkan kematian lho.
Kok vaksinnya campur-campur ya, Ini diberikan dengan tujuan agar bayi ibu cukup satu kali saja mendapat suntikan, aduh satu suntikan saja nangisnya sudah menggemparkan klinik ya bu, apalagi kalo tiga kali, bakalan lemes dech ibunya.he hee

Jadwal Pemberian Imunisasi DPT

Pada tahu 2008 yang lalu para ahli kita dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjadwalkan bahwa imunisasi DPT dapat mulai diberikan kepada bayi pada usia 6 minggu hingga 2 bulan. Setelah itu tahap kedua diberikan pada usia 4 bulan dan tahap ketiga usia 6 bulan. Pada usia 18 bulan imunisasi DPT bisa diulangi kembali. Bahkan beberapa ahli justru menambahkan bahwa pada usia 5 tahun dan 12 tahun anak perlu mendapatkan imunisasi DPT kembali. Kelihatannya semua sekolah di Indonesia sudah memiliki program imunisasi DPT ulangan ini, Biasanya ketika anak menginjak kelas satu dan kelas 6 sekolah secara mandiri mengadakan imunisasi DPT kepada para siswanya.
Bagaimana jika usia anak sudah melewati 2 bulan dan belum mendapat imunisasi DPT?
Ibu tidak perlu panik ya, segera bawa ke dokter atau bidan anda, konsultasi dan periksakan anak ibu agar dokter atau bidan ibu segera bisa menjadwalkan imunisasi DPT untuk anak ibu.

Jenis Imunisasi DPT

DPwt (imunisasi DPT Panas)
Whole Cell Pertusis yang mengandung pertusis lengkap  yaitu imunisasi yang memberi efek    demam/panas pada bayi. 
 2. DpaT9 Imunisasi DPT dingin)                               
Acellular atau hanya menganding beberapa pertusis saja tidak mengandung komponen lengkap. Namun bukan berarti dengan dpt dingin ini anak akan selalu terbebas dari demam, hanya sifatnya mengurangi saja

Ada anggapan yang menyatakan bahwa jika tidak diikuti demam maka imunisasi kurang efektif, anggapan ini tidak benar, karena bagaimanapun kekuatan dan kekebalan bayi berbeda-beda ini yang terkadang memberikan efek imunisasi yang berbeda beda pula pada sebagian bayi kita.



Sabtu, 12 Mei 2012

Cegah Virus Marbili dengan Imunisasi Campak


imunisasi campak
 Imunisasi campak- harus diberikan kepada bayi yang telah berusia 9 bulan. Sebaiknya imunisasi ini deberikan selama dua kali pertama pada usia 9 bulan yang kedua pada usia 6 tahun. Imunisasi ini di berikan kepada bayi untuk memberikan kekebalan tubuh dari virus marbili yang menyebabkan terjadinya penyakit campak pada anak. Imunisasi ini sangat efektif untuk memberikan proteksi seumur hidup terhadap tubuh dari serangan campak.
Penyakit campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus morbili, ciri khas anak yang terserang campak yaitu munculnya bintik-bintik merah di sekujur tubuh, diawali dari bintik-bintik merah di bagian telinga, pipi, yang muncul setelah beberapa hari penderita mengalami gejala seperti flu (batuk,pilek, demam).
Kenapa imunisasi campak sangat penting? Pada usia 9 bulan antibodi yang dimiliki oleh ibu sudah menurun drastis, Umumnya campak menyerang pada bayidan balita pada rentang usia 1-5 tahun. Jika pada usia 9 bulan bayi belum mendapatkan imunisasi campak maka anak akan beresiko terkena virus murbeli. Jika sampai usia satu tahun bayi belum juga mendapatkan imunisasi ini maka bayi harus mendapatkan imunisasi MMR( Measles Mump Rubella).
Dosis yang dianjurkan dalam pemberian imunisasi campak kepada bayi adalah 0.5ml dan disuntikkan secara subkutan. Letak suntikan yaitu pada lengan bagian atas dan menggunakan jarum syringe yang bersih dan steril.Kondisi bayi pada saat imunisasi harus sehat tidak sedang demam.

imunisasi campak Tapi walaupun bayi sudah mendapatkan imunisasi yang cukup ini bukan berarti dia akan terbebas dari serangan campak seratus persen, anak tetap harus mendapatkan asupan izi yang seimbang dan perawatan kesehatan yang baik, jika anak sering berada di lingkungan yang kotor dan dibiarkan memegang benda yang kurang bersih resiko tertular penyakit campak tetap besar. Apalgi jika kondisi tubuh kurang fit.
Jika ada anak yang terserang campak sebaiknya jangan berinteraksi dulu dengan lingkungan. Karena penularan bisa sangat cepat melalui lendir atau atau ludah dan terhisap hidung atau mulut. Hanya dalam waktu 24jam saja penularan bisa terjadi.
Maka dari itu hendaknya imunisasi campak dilakukan sesuai jadwal dan jangan sampai terlambat. Jaga kesehatann anak semaksimal mungkin sehingga pada hari dimana imunisasi campak harus dilakukan dia dalam kondisi sehat dan tidak sedang demam. Karena imunisasi campak tidak bisa dilakukan jika anak dalam kondisi demam.

Ada kesalahan di dalam gadget ini